Senin, 29 Juli 2013

Buruh dan Tugasnya dalam Sejarah



Sejarah seluruh umat manusia adalah sejarah perjuangan kelas. Kalimat singkat dan padat yang terdapat di pembukaan Manifesto Komunis ini bisa dibilang merupakan intisari dari tesis Marx tentang masyarakat. Tesis ini menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya adalah kelas-kelas yang saling bertentangan dan tidak terdamaikan. Masyarakat terdiri dari kelas yang berkuasa-yang dikuasai; menindas-tertindas; dst. Melihat dari fakta sejarah, terutama sejarah perkembangan masyarakat Eropa, maka tesis ini menemukan pembuktiannya. Di zaman romawi kuno, kita mengenal kelas-kelas dalam masyarakat seperti bangsawan, ksatria, rakyat biasa dan budak. Di era abad pertengahan, masyarakat Eropa terbagi dalam kelas feodal, petani dan borjuasi. Begitu pula di era saat ini, di era kapitalisme kelas yang tidak terdamaikan dan saling bertentangan terlihat sangat jelas: borjuasi dan proletar.

Selasa, 23 April 2013

Mayday dan Mahasiswa

Keberadaan buruh sebagai hasil dari sistem kapitalistik yang dianggap oleh golongan kiri merupakan agen penghancur dari sistem kapitalisme itu sendiri dewasa ini semakin meningkat ke arah yang semakin tinggi tingkat kesadaran dan militansinya. Berdasarkan uraian historis, kelas buruh menunjukkan beberapa kemenangan besar yang pernah dicatat (tentu disamping kekalahan-kekalahan yang juga tidak kalah banyaknya). Kemenangan tersebut diantaranya dicatat dalam peristiwa Komune Paris hingga perjuangan pengurangan jam kerja. Untuk kemenangan yang disebutkan terakhir (pengurangan jam kerja), perjuangan buruh patut diberikan apresiasi karena penncapaian ini merupakan hasil rentetan panjang perjuangan kelas selama ratusan tahun. Keberhasilan kaum buruh dalam mengurangi jam kerja hingga 8 jam (yang buruh saat ini nikmati) menjadi momentum dan kemudian diperingati sebagai peritiwa Mayday.

Jumat, 29 Maret 2013

Konstruksi Ulang Atas Mitos Gerakan Mahasiswa



Tugas gerakan mahasiswa saat ini adalah mendefinisikan ulang diri mereka sendiri dan posisi mereka dalam relasi antar masyarakat. Hal ini menjadi penting mengingat  gerakan mahasiswa semakin kehilangan esensinya dalam iklim demokrasi liberal seperti saat ini. Proses pendefinisian ulang inipun termasuk membongkar mitos-mitos yang telah berakar dalam diri mahasiswa itu sendiri. Penyambung lidah rakyat, agen perubahan, pemimpin masa depan, atas nama rakyat, serta berbagai macam jargon-jargon yang telah kita terima bahkan ketika baru menginjakkan kaki di kampus adalah hal-hal yang patut dikritisi bersama. Bagi penulis, tujuan akhir dari  proses pendefinisian ulang ini adalah kesadaran kolektif mahasiswa dalam relasi antarmasyarakat dan bagaimana melakukan gerakan dalam kesadaran kolektif yang telah didefinisikan ulang tersebut.

Jumat, 22 Februari 2013

Pendidikan Menurut Paulo Freire



Di tengah permasalahan pendidikan yang sedang melanda Indonesia dewasa ini, seperti masih sulitnya pendidikan dijangkau semua golongan masyarakat, angka buta huruf yang masih tinggi, hingga kebijakan-kebijakan privatisasi pendidikan a’la kaum neoliberal, ada baiknya kita mempelajari pemikiran-pemikiran tokoh yang fokus membahas tentang esensi pendidikan itu sendiri. Dalam esai ini akan dibahas salah satu filsuf yang memang terkenal dengan pemikiran-pemikirannya dalam bidang pendidikan, Paulo Freire.

Jumat, 01 Februari 2013

Reason in Revolt: Revolusi Berpikir dalam Ilmu Pengetahuan Modern



“Ketika kita merenungi alam atau sejarah umat manusia atau aktivitas intelektual kita sendiri, pertama-tama kita melihat satu gambar yang terdiri dari jaring-jaring hubungan yang tiada ujung-pangkalnya, dimana tidak sesuatupun yang tinggal tetap, dimana dan sebagaimana adanya, tapi segala sesuatu bergerak, berubah, lahir dan mati…”