Gerakan perlawanan mahasiswa Universitas
Indonesia terhadap kesewenang-wenangan rektorat yang sempat hangat beberapa
waktu silam meredup. Gerakan #SaveUI yang dipelopori lembaga formal kampus
berawal dari ketidakberesan pengelolaan Universitas yang dianggap tidak
transparan dan akuntabel. Ketidak transparanan dan akuntabilitas ini berdampak
langsung pada tata kelola Universitas yang merugikan sivitas akademika secara
keseluruhan. Pembangunan mercusuar-mercusuar baru yang kurang memperhatikan
konsep kebutuhan dan urgensitas, sentralisasi keuangan dan sentralisasi
kekuasaan, juga banyak permasalahan lain adalah latar belakang mahasiswa (juga
sivitas akademika lain) melakukan perlawanan.
Selasa, 22 November 2011
Surat Kepada 3 Setan kota
Oleh: Endo Suwartono/Lekra
Setan
Kini saatnya kita bikin perhitungan
Cukup sudah segala dera dan duka
Yang kami tanggung di punggung
Dari zaman ke zaman
Setan
Kini saatnya kita bikin perhitungan
Cukup sudah segala dera dan duka
Yang kami tanggung di punggung
Dari zaman ke zaman
Kunanti bumi yang Memerah Darah
Oleh: Mawie (seniman Lekra)
Bintang Timur, 21 Maret 1965 (beberapa bulan sebelum peristiwa G30S)
Bulan arit di langit
Napas terkatung di Ciliwung
Anak kecil nangis di pangkuan
Seorang perempuan
Wajahnya hanyut ke laut
Sejak ia datang dari pinggiran kota
Dibawa sungai kehidupan
Bulan arit di langit
Napas terkatung di Ciliwung
Anak kecil nangis di pangkuan
Seorang perempuan
Wajahnya hanyut ke laut
Sejak ia datang dari pinggiran kota
Dibawa sungai kehidupan
Kamis, 13 Oktober 2011
Renungan Kukusan-Halte FIB
Aku bergegas menuju kampus FIB UI pukul
11 lewat. Sudah tersusun rencana yang sangat rapi apa yang akan aku karjakan
nanti. Mengambil bank soal, mengatur mentoring Pandu Budaya, menyelesaikan
mengunduh film, dan mengerjakan tugas kuliah tentunya. Lama aku menunggu bis
kuning datang di halte kukusan. 15 menit kemudian, bis pun datang, tidak
terlalu penuh.
Karl Marx: Teori Kelas
Menurut Karl Marx, seluruh pelaku utama
dari perilaku masyarakat adalah kelas-kelaas sosial. Masih menurut Marx dalam
karya Manifesto Komunisnya, sejarah manusia adalah sejarah perjuangan kelas,
kelas yang ‘tinggi’ akan selalu menindas kelas yang ‘rendah’ dengan berbagai
cara, dan akan selalu seperti itu. Maka, untuk membebaskan segala bentuk
penindasan tersebut haruslah dilakukan melalui sebuah perjuangan kelas.
Permasalahannya, Marx tidak pernah sekalipun menguraikan pemikirannya tentang
teori ini melalui sebuah tulisan. Namun, teori perjuangan kelas ini termuat
secara implisit dalam semua teorinya yang eksplisit.
Langganan:
Postingan (Atom)